Rabu, 19 April 2017

Ilmu Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

MAKALAH  ILMU MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kita hidup di suatu dunia yang penuh perubahan. Jika di zaman prasejarah manusia hanya mengenal bangun dan belum mengenal angka maupun tulisan, maka sebenarnya mereka telah mampu mendapatkan ilmu pengetahuan, yakni ilmu matematika. 
Matematika merupakan ilmu pasti atau ilmu mutlak. matematika berkembang pesat di seluruh dunia, yang membawa manusia berpikir kearah rasional. dari ilmu matematika manusia menciptakan bangunan yang detail dan begitu indah yang akhirnya berpuncak pada Pencerahan dunia. Herannya, mengapa kebanyakan orang tidak menyukai matematika, Sehingga matematika dijadikan sebagai momok bukannya kebutuhan. Sebenarnya matematika menyenangkan, karena kita bisa bermain dengan angka-angka. 
1.2. Rumusan Masalah
a. Matematika meruakan ilmu falaq yang mengacu pada logika, yang berpola pada studi besaran, struktur, perubahan, dan ruang serta etimologi. 
b. Dari zaman yang semakin berkembang, matematika dapat memecahkan berbagai teka-teki yang dipermasalahkan manusia. 
c. Diantara kegunaan matematika adalah sebagai raja, bahasa, dan ilmu pengetahuan. 
d. Perkembangan matematika dalam peradaban manusia diinspirasikan kedalam sebuah seni bangunan yang detail dan kokoh. 
1.3. Tujuan Makalah
a. Agar pembaca mengerti dan paham secara lebih paham tentang matematika. 
b. Agar pembaca berminat kepada matematika. 
c. Untuk memecahkan sebagian misteri yang tersimpan dalam matematika. 
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Matematika
Matematika (dari bahasa Yunani : μαθηματικά-mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian. 
Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting". Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."
Melalui penggunaan penalaranlogika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini. 
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian. 

 Berdasarkan pengertian-pengertian tentang matematika tersebut maka matematika dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari bilangan dan bangun serta konsep-konsep yang berkenaan dengan kebenarannya secara logika menggunakan simbol-simbol yang umum serta aplikasi dalam bidang lainnya. Pendidikan matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan kognitif kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika. Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain :
1. Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia.
2. Kebenaranya berdasarkan logika.
Kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui ekserimen seperti dalam ilmu fisika atau biologi. Contohnya nilai √-2 tidak dapat dibuktikan dengan kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut dinamakan bilangan imajiner (khayal).
3. Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinu.
Pemberian atau penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus secara berulang melalui latihan-latihansoal.
4. Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
     Materi yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya ketika akan mempelajari tentang volume atau isi suatu bangun ruang maka harus menguasai tentang materi luas dan keliling bidang datar.
5. Menggunakan bahasa simbol.
Dalam matematika penyampaian materi menggunakan simbol-simbol yang telah disepakati dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan menggunakan simbol "+" sehingga tidak terjadi dualisme jawaban.
6. Diaplikasikan dibidang ilmu lain.
Materi matematika banyak digunakan atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya materi fungsi digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan dan fungsi penawaran. Berdasarkan karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus ditekankan kepada siswa sebelum mempelajari matematika dan dipahami oleh guru. Dari sisi siswa, pemahaman tentang manfaat matematika dalam kehidupan sangat berperan penting. Ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta". Artinya dalam proses belajar khususnya belajar matematika, siswa harus mengenal dulu apa itu matematika ?, bagaimana proses matematika ? untuk apa itu matematika ?.
            Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas)          Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Mata Pelajaran Matematika             untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa             tujuan mata pelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa mampu:
                 1.    Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep
                      dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat,                     efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.
                 2.    Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi                   matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau                            menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
                 3.    Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,                             merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan                         solusi yang diperoleh
                  4.    Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau                       media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
                  5.    Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan,                               yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam                                          mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam                               pemecahan masalah.
 
                                              DAFTAR PUSTAKA 
http://rosidinisty.blogspot.co.id/
http://tugaskuliah15.blogspot.co.id/2015/10/makalah-penerapan-matematika-dalam.html
https://gudangmakalah.blogspot.co.id/2013/01/makalah-pengaruh-ilmu-matematika-dalam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar